of 19

# Pompa kel 15 fix

tentang pompa
Published on: Mar 4, 2016
Published in: Engineering

#### Transcripts - Pompa kel 15 fix

• 1. SEMESTER GANJIL 2014/2015 40 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL 2.4 PENGOLAHAN DATA 2.4.1 Data Hasil Percobaan (terlampir) 2.4.2 Pengolahan Data 2.4.2.1 Contoh Perhitungan (Tunggal, Seri dan Paralel) a. Pompa Tunggal 1. Kapasitas (Q) 189, 0  ) / ( 000926 , 0 24 h Q 1000 0,189 3   m s 1000 2. Head Pd  Ps 25000  ) ( 5484 , 2  H 1000 9,81  m   3. Torsi (T) LFT ) . ( 7339 , 0 179 , 0 1 , 4 m N    4. Daya Poros (W1) : n 2000 W  F   153,70197 ( ) 1 k 4,1  Watt 53,35 5. Daya Air (W2) : W  (Pd  Ps) Q 2 = 25000.0,000926 23,14768 (Watt) 6. Efisiensi () 23,14768  100% 100% 15,06011 % W 2   W 1    153,70197 b. Pompa Seri 1. Kapasitas (Q) 0,189  Q h 1000 0,189 3   m s 032 0,001069 ( / ) 1000 2. Head Pd  Ps 1 1 7000  (  6500 )  1,3761468 ( )  1 H 1000 9,81  m   LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
• 2. SEMESTER GANJIL 2014/2015 41 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL Pd  Ps 2 2 20000  0  2,038736 ( )  2 H 1000 9,81  m   3. Torsi (T) L F T   1 1  2,3 0,179  0,4117 (N.m) T  F  L 2 2  3,550,179  0,63545 (N.m) 1 2 T T TTotal  = 1,04715 ) . ( mN 4. Daya Poros (W1) : n 1 2 W F   1,1 1 W F   1,2 2 k n k W W W Total   1, 1,1 1,2 Watt 86,22306 ( ) 139,7376( ) 2000    53,35 2100    53,35 2,3 3,55 86,22306 139,7376 225,9606 ( ) W  ( Pd  Ps )  Q 2,1 1 1 W  ( Pd  Ps )  Q 2,2 2 2 W W W Total       (7000 ( 6500)).0,001069 14,43346 ( ) Watt    (20000 0).0,001069 21,38291( ) Total W 2 ,   35,81637     100% 15,85071% 0,189  0,189 3   m s 1 1 62500 0 2 2 60000  5000 LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Watt Watt    5. Daya Air (W2) : 1, 1,1 1,2 Watt 14,43346 21,38291 35,81637 ( ) Watt    6. Efisiensi () 100% 1, Total W 2259606 c. Pompa Paralel 1. Kapasitas (Q) Q h 1000 0 0 ( / ) 1000 2. Head  1 Pd Ps H   4,59 ( ) 1000 9,81  m     2 Pd Ps H   4.08 ( ) 1000 9,81  m   Total H diambil yang tertinggi=4,59 (m)
• 3. SEMESTER GANJIL 2014/2015 42 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL 3. Torsi (T) T  F  L 1 1  0,60,179  0,107 (N.m) L F T   2 2 10,179  0,179 (N.m) 1 2 T T TTotal    0,107  0,179  0,286 (N.m) 4. Daya Poros (W1) : n 1 2 W F   1,1 1 W F   1,2 2 k n k W W W Total   1, 1,1 1,2 Watt 22,49 ( )    39,36 ( ) 2000 53,35 0,6 2100   53,35 1. 22,49 39,36 61,85 ( )    2,1 1 1    2,2 2 2 0         Total W 2,   0     100% 0% LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA 0 TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Watt Watt    5. Daya Air (W2) : 2, 2,1 2,2 2 ( ) 2 ( ) W W W Q W Pd Ps Q W Pd Ps Total   0 0 0( ) Watt 0 ( ) 2 (60000 5000 ) 0( ) 2 (62500 0) Watt Watt    6. Efisiensi () 100% 1, Total W 0
• 5. SEMESTER GANJIL 2014/2015 44 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
• 7. SEMESTER GANJIL 2014/2015 46 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
• 9. SEMESTER GANJIL 2014/2015 48 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
• 11. SEMESTER GANJIL 2014/2015 50 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
• 13. SEMESTER GANJIL 2014/2015 52 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
• 14. SEMESTER GANJIL 2014/2015 Dari grafik hubungan antara kapasitas (Q) tehadap torsi (Nm) dapat dilihat bahwa polinomial grafik mengalami peningkatan dari putaran awal sampai dengan putaran akhir di mana semakin meningkatnya nilai kapasitas (Q), maka torsi (Nm) akan ikut meningkat. Hal ini disebabkan karena nilai kapasitas (Q) yang berbanding lurus dengan nilai torsi (Nm) dimana sesuai dengan rumus : Di mana : F = gaya pembebanan (Nm) L = lengan momen = 0,179 m Sehingga jika kapasitas (Q) mengalami peningkatan maka nilai gaya pembebanan (F) untuk memindahkan fluida juga akan meningkat, dengan meningkatnya nilai gaya pembebanan (F) maka akan diikuti pula dengan meningkatnya nilai torsi (Nm). Dalam grafik juga dapat dilihat bahwa torsi tertinggi pada pompa tunggal berada pada kapasitas sebesar 9,64 x 10-4 m3/s dengan torsi sebesar 0,733 Nm dan pada pompa seri berada pada kapasitas sebesar 1,102 x 10-3 m3/s dengan torsi sebesar 1,145 Nm serta pada pompa pararel berda pada kapasitas sebesar 1,33 x 10-3 m3/s dengan torsi sebesar 0,895 Nm. 53 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL F. Hubungan Kapasitas dan Torsi (Pompa Tunggal, Seri dan Paralel) 푇 = 퐹 푥 퐿 (Nm) 휂 = 푊1 푊2 푥 100 % 휂 푥 퐹 푥 푛 푘 = (푃푑 − 푃푠) 푥 푄 휂 푥 퐹 푥 푛 = (푃푑 − 푃푠) 푥 푄 푥 푘 LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
• 15. SEMESTER GANJIL 2014/2015 54 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA
• 17. SEMESTER GANJIL 2014/2015 56 LAPORAN PRAKTIKUM POMPA SENTRIFUGAL LABORATORIUM MESIN-MESIN FLUIDA TEKNIK MESIN UNIVERSITAS BRAWIJAYA